cool hit counter

PDM Kabupaten Cilacap - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Cilacap
.: Home > Berita > Tawadhu, AMM Sampang Jembatani Pertemuan Pimpinan Masjid Jogokariyan dengan Sang Guru

Homepage

Tawadhu, AMM Sampang Jembatani Pertemuan Pimpinan Masjid Jogokariyan dengan Sang Guru

Rabu, 07-09-2016
Dibaca: 593

foto: Baju Koko merah Romli, kaos putih Jazir ASP. doc Amin Ma'ruf

                Angkatan Muda Muhammadiyah Sampang menjadi saksi sekaligus perantara Ketua Dewan Syura Masjid Jogokariyan Jogjakarta Muhammad Jazir ASP(59) bertemu kembali dengan gurunya, Romli HS, BA(79) dikediamanya, Desa Nusajati Kecamatan Sampang. Sore itu,Selasa 6 September merupakan hari yang bersejarah bagi Yazid, raut muka penuh bahagia tampak begitu jelas tergambar, pasalnya 40tahun lebih mereka tak berjumpa.

                Ditengah Kesibukan Jazir yang wara-wiri diundang keberbagai tempat ataupun menerima tamu yang ingin belajar tentang 'Management Masjid' ke Jogokariyan, tak membuatnya lupa akan sosok yang mengajarinya mengaji sewaktu SD. Kerinduan serta rasa bakti yang besar membuatnya mencari informasi mengenai Romli yang sudah kembali ke kampung halamannya hampir setengah abad yang lalu. Akhirnya diketahui alamat Sang Guru ada di daerah Sampang - Cilacap, tiga tahun yang lalu Yazid menyempatkan diri dari Jogja menuju Sampang  untuk mencari Romli, namun karena keterbatasan informasi kembalilah ke Jogokariyan dengan tangan kosong.

Sampai akhirnya utusan MPI (Majelis Pustaka dan Informasi) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cilacap selepas mengikuti Pelatihan Jurnalistik, Database dan Media Online di UMS, Ahad 28 Agustus 2016, singgah di Masjid Jogokariyan Jogja. Setelah berkenalan dan diterima dengan baik oleh pihak takmir lalu rombongan dari MPI PDM Cilacap berdiaog terbuka membicarakan tentang ‘Model’ pemakmuran masjid disana. Secara kebetulan, dalam obrolan singkat  Arsyadani Ahmad salah satu utusan MPI yang beralamat di kecamatan Sampang dengan Jazir, yang kala itu berlangsung selepas dialog. Jazir menyampaikan amanah untuk mencari keberadaan Gurunya kepada rombongan MPI Cilacap.

Setibanya di Cilacap MPI langsung berkoordinasi dengan AMM cabang Sampang menindaklanjuti amanah tersebut. Setelah mencari informasi tentang Romli, didapati ternyata sosok Guru tersebut adalah Romli HS, BA mantan kepala SMP Muhammadiyah Sampangng yang masih aktif mengikuti kegiatan kajian ahad pagi di Masjid Baiturrahman Sampang. AMM Sampang kemudian langsung menghubungi pihak Jogokariyan dan diagendakanlah pertemuan itu. Satu minggu setelah informasi itu sampai, empat  pengurus takmir yang salah satunya juga rekan seperjuangan Romli dari Jogokariyan menyambangi kediaman lelaki renta tersebut. Akhirnya pertemuanpun terjadi, suasana nostalgiapun makin kentara, kala Romli mencoba mengenang masa mudanya berjuang di Jogokariyan.  

                Tawadhu, Jazir dengan sabar menunggu lelaki yang sudah sering lupa itu membuka memorinya kembali. Perlahan Romli mulai menceritakan kisahnya kepada semua yang hadir pada saat itu. Aktif mengisi pengajian di Jogokariyan yang dulu masih berbentuk Mushola kecil atau Langgar sekitar  tahun 1968 sewaktu kuliah di IAIN Jogja. Romli termasuk orang yang berani menyuarakan dakwah Muhammadiyah yang pada saat itu memang diketahui masyarakat sekitar masih meyakini tahayul. Bersama empat rekannya, mereka belajar soal agama di Kauman yang menjadi basis Muhammadiyah pada masa itu, dan menyebarkanya di Jogokariyan. Jazir yang kala itu masih SD rajin mengaji kepada aktivis Muhammadiyah itu. 

             Keberanian itulah yang menginspirasi Jazir setelah ia dewasa, mengubah pola dakwah Muhammadiyah disana menjadi lebih kultural. Ditahun 2003 pada saat menjabat sebagai Ketua Takmir dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jogokarian dengan berani pria yang bertubuh gempal itu mencopot papan nama Muhammadiyah di depan masjid Jogokariyan dan memindahkan kerumahnya dengan harapan Masjid kembali seperti fungsinya seperti pada  zaman Rasulullah. Terbukti dengan cara itu inti dakwah Muhammadiyah lebih bisa tersampaikan dengan baik di masjid tersebut. Kini Masjid Jogokariyan menjadi Masjid percontohan tingkat Nasional.(lutfi.srd)

            

 


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website